Aku dan Rasaku (part 1)
Sudah seminggu ini hujan tak kunjung berhenti, udara semakin dingin membuatku malas beranjak melakukan apapun, sudah seminggu ini aku mengurung diri di kamar, terbaring dengan pikiranku yang tak kunjung padam. Saat seperti ini rasa akan lapar, sudah tak bisa aku rasakan walau raungan perutku seakan meminta ampun, bahkan makanan yang aku nikmati terasa hambar, pikiran ini semakin membuatku tenggelam dan larut ke dalamnya.
Sudah lebih dari dua tahun rasa ini bersamaku, aku bahkan tak ingat aku dulu orang yang seperti apa. rasa lelah, menyesal, masa bodoh, marah tanpa alasan dengan berbagai alasan, aku bahkan sudah tidak bisa mengeluarkan air mata lagi, tak pernah terpikir olehku akan mengalami hal seperti ini, rasa dan pikiranku seakan sedang bertarung untuk sesuatu yang entah sampai sekarang aku belum tahu.
Bayangan hitam yang selalu ada di pikiranku semakin nyata, aku bahkan tidak bisa mematikan lampu kamarku saat aku akan tidur, aku takut larut ke dalamnya, menggapai tangannya, dan menjawab panggilannya. Kalau memikirkan hal itu, aku selalu bertanya kapan saat terakhir aku melihat cahaya yang menghangatkan yang membuatku tersenyum, aku bahkan hanya bisa menertawakan diriku sendiri sekarang, aku sudah benar-benar lupa apa itu kehangatan.
Pikiran ini, rasa ini apa yang harus aku lakukan terhadapnya? aku mencoba menghadapinya dengan berbagai cara, apa yang salah denganku kenapa hatiku sangat kosong, apa yang telah ku lakukan terhadap diriku?
. . .
Comments
Post a Comment